Internet

Tangkis Balon Internet Google, Telkom Tambah Jumlah Satelit

PT Telekomunikasi tanah air Persero Tbk (Telkom) menyaratkan siap menghalau teknolofi balon udara besutan Google pada Project Loon di Indonesia, dengan memberi jumlah serta kemampuan satelit. Kami selalu memberi satelit untuk mempeluas service internet yang mencapai pelosok daerah terpencil. Jadi, jangan pernah ada balon (Google Loon) diatas Indonesia. Terkecuali selalu bangun infrastruktur jaringan serat optik, Telkom juga memakai tehnologi satelit untuk memeratakan akses komunikasi di semua Tanah Air. Indonesia dengan 17 ribu pulau, mustahil semuanya bisa terjangku dengan jaringan kabel optik, jadi satelit Telkom mesti selalu diperkembang.

Balon Internet Google

Di ketahui mulai sejak sekitaran pertengahan 2015, Google mulai tawarkan jaringan internet yang memercayakan balon hawa sebagai pengganti menara telekomunikasi. Tehnologi ini gagasannya bakal diaplikasikan di beberapa lokasi terpencil yang susah terjangkau dengan infrastruktur kabel optik. Balon-balon yang dipakai dalam proyek itu terbang dengan memakai tenaga surya, merencanakan memperluas cakupan jaringan internet dunia dengan bikin jaringan Wi-Fi di hawa memakai balon. Usaha Telkom menghadang Google Loon itu, tercermin dari gagasan peluncuran Satelit Telkom 3S yang dijadwalkan pada 15 Februari 2017, sekitaran jam 04:39 WIB, dengan tempat peluncuran di Guiana Space Center, Kourou, Guyana Prancis.

Sampai saat ini semuanya persiapan on schedule. Kami memohon doa semuanya orang-orang Indonesia supaya peluncuran satelit Telkom 3S ini jalan lancar tanpa ada masalah. Satelit Telkom 3S bakal tempati slot orbit 118 derajat bujur timur yang ada diatas Pulau Kalimantan yang dihuni oleh Satelit Telkom 2. Dengan saat aktif satelit sekitaran 15 th. mulai sejak di luncurkan, satelit Telkom 3S ini mempunyai kemampuan 49 ransponder, terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), serta 10 transponder Ku-band (13 TPE). Bila satelit Telkom 3S itu, jadi Telkom miliki tiga satelit aktif mengorbit, yaitu Satelit Telkom 1, Satelit Telkom 2, serta Satelit Telkom 3S.

Abdu Somad memberikan Telkom telah berkiprah dalam pengelolaan satelit sepanjang 40 th., telah waktunya untuk bikin satelit dengan tehnologi hasil tangan sendiri. Pada Satelit Telkom 3S, dari segi TKDN (tingkat kandungan dalam negeri), Telkom sebenarnya tak akan user, namun telah dapat kemampuan untuk bangun sendiri. Mengenai Telkom, kata Abdus Somad, mulai sejak th. 1976 telah mengelola satelit sendiri.

Iklan